Celah Mesin F1 2026 Belum Ada Solusi Jelang GP Australia

Auto Speed Garage celah mesin F1 2026

Celah Regulasi Mesin F1 2026 Belum Ada Solusi Jelang GP Australia

Pertemuan para pabrikan mesin Formula 1 tidak menghasilkan kesepakatan terkait solusi pengukuran kepatuhan terhadap standar rasio kompresi baru untuk musim F1 2026. Situasi ini muncul di tengah keluhan sejumlah tim yang menilai Mercedes dan Red Bull Powertrains memanfaatkan celah regulasi yang ada.

FIA Pertahankan Status Quo Regulasi Mesin

Hingga saat ini, tidak ada perubahan. Mercedes dan Red Bull Powertrains tetap diperbolehkan memulai musim dengan power unit yang pada suhu rendah terverifikasi memiliki rasio kompresi 16:1.

Dalam pertemuan produsen mesin yang digelar pada Rabu (21/1/2026), FIA tidak mengambil langkah korektif apa pun. Badan pengatur justru mempertahankan pendekatan teknis yang ada, meskipun dinilai memberikan keunggulan performa signifikan pada awal era regulasi baru.

Keunggulan Performa Hingga 10 Tenaga Kuda

Prinsipal McLaren, Andrea Stella, sebelumnya menyebut bahwa pendekatan ini dapat menghasilkan keunggulan lebih dari 10 tenaga kuda, yang setara dengan sekitar 0,2 detik per putaran. Angka tersebut dinilai setara dengan keuntungan dari satu paket aerodinamika penuh, sebuah margin yang sangat besar di level Formula 1 modern.

Protes Ferrari, Honda, dan Audi Tak Berbuah Hasil

Auto Speed Garage celah mesin F1 2026
Mercedes W17 livery

Keluhan yang diajukan oleh Ferrari, Honda, dan Audi tidak membuahkan hasil konkret. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemasangan sensor di ruang bakar untuk memungkinkan FIA membaca data rasio kompresi dalam kondisi panas.

Namun, usulan tersebut gagal mendapat persetujuan bulat dari seluruh pabrikan, sehingga tidak ada alat resmi untuk membatasi konsep yang oleh sebagian pihak dianggap inovatif, tetapi oleh pihak lain dinilai sebagai trik yang bertentangan dengan semangat regulasi.

Audi Kecewa, Regulasi Tetap Tidak Berubah

Kepala program F1 Audi, Mattia Binotto, berharap pertemuan ini setidaknya dapat menghasilkan kesepakatan awal untuk tindakan di masa depan. Namun, pembahasan justru berakhir tanpa keputusan, dengan regulasi tetap berada dalam kondisi status quo.

Potensi Kontroversi Sejak Seri Pembuka

Dengan kondisi ini, era baru Formula 1 diprediksi akan dimulai dalam bayang-bayang kontroversi. Tidak tertutup kemungkinan adanya protes resmi sejak Grand Prix Australia, yang berpotensi meningkatkan tensi antar tim sejak balapan pertama musim 2026.

Kasus rasio kompresi ini diyakini hanya salah satu dari beberapa masalah teknis yang belum sepenuhnya terselesaikan dan dapat mengganggu awal siklus regulasi baru.

FIA Minta Kehati-hatian dalam Interpretasi Regulasi

Direktur Single-Seater FIA, Nikolas Tombazis, dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com pada ajang Autosport Business Exchange, menegaskan bahwa FIA ingin bersikap hati-hati.

“Kami ingin semua tim memiliki interpretasi regulasi yang sama dan memastikan bahwa ketika mereka balapan, semua pihak memahami aturan dengan cara yang persis sama,” ujarnya.

Kisah Lama dalam Sejarah Formula 1

Fenomena ini bukan hal baru dalam dunia balap grand prix. Sepanjang sejarah Formula 1, selalu ada:

  • Pabrikan yang menemukan celah dalam regulasi
  • Pesaing yang gagal memanfaatkannya
  • Tekanan untuk mengubah atau melarang interpretasi tersebut

Siklus ini kembali terulang menjelang dimulainya musim F1 2026, menegaskan bahwa pertarungan di Formula 1 tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga di meja regulasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *