Mantan Manajer Lewis Hamilton Ambil Peran Penting di Cadillac F1
Mantan manajer Lewis Hamilton, Marc Hynes, menghadapi tantangan baru dalam kariernya setelah resmi ditunjuk sebagai chief racing officer tim Cadillac Formula 1 Team. Penunjukan ini menjadi bagian penting dari persiapan Cadillac menjelang debut mereka di ajang Formula 1.
Latar Belakang Marc Hynes
Marc Hynes bukan sosok asing di dunia balap. Ia merupakan mantan pembalap profesional yang menorehkan prestasi dengan menjuarai British Formula 3 Championship 1999, mengalahkan Luciano Burti, sementara Jenson Button finis di posisi ketiga. Kesuksesan tersebut diraih bersama tim Manor.
Pasca karier balapnya, Hynes tetap aktif di dunia motorsport dengan bekerja di ajang Formula 1 dan World Endurance Championship (WEC). Ia juga menjalin kerja sama erat dengan Graeme Lowdon, mantan prinsipal Manor Grand Prix—yang juga dikenal sebagai Virgin dan Marussia—dan kini menjabat sebagai prinsipal tim Cadillac F1.
Keduanya kemudian menjadi mitra bisnis dan bersama-sama mendirikan Equals Management, perusahaan manajemen pembalap yang kini memiliki pengaruh signifikan di paddock Formula 1.
Tanggung Jawab di Cadillac F1
Dalam perannya sebagai chief racing officer, Hynes akan bertanggung jawab untuk:
Menyelaraskan daftar pembalap dengan tim teknik
Menyederhanakan proses operasional balap
Memperkuat kolaborasi antara departemen teknis dan olahraga
Menciptakan lingkungan tim yang efisien, kompetitif, dan disiplin
Selain itu, ia juga akan mengelola program pembalap Cadillac, termasuk pembalap cadangan Zhou Guanyu, yang juga merupakan klien dari Equals Management.
Pernyataan Resmi
Dalam pernyataan resminya, Hynes menyebut bahwa membangun tim baru di Formula 1 merupakan tantangan yang sangat langka.
“Membangun tim baru di Formula 1 adalah tantangan yang jarang terjadi, dan saya sangat antusias untuk membantu membentuk budaya, proses, dan standar kinerja sejak awal. Kami memiliki daftar pembalap yang kuat dan beragam, dan fokus saya adalah menciptakan kejelasan, keselarasan, dan disiplin agar pembalap dan insinyur dapat tampil maksimal.”
Graeme Lowdon juga menegaskan pentingnya peran Hynes bagi Cadillac F1.
“Marc membawa kombinasi luar biasa antara pengalaman balap, pemahaman strategis, dan manajemen sumber daya manusia. Kemampuannya menghubungkan pembalap, insinyur, dan kepemimpinan tim akan sangat krusial saat kami membangun posisi di grid Formula 1.”
Lewis Hamilton, Mercedes AMG F1, celebrates, Marc Hynes after taking his 69th F1 Pole Position
Hubungan Panjang dengan Lewis Hamilton
Hynes dikenal sebagai sekutu lama Lewis Hamilton. Ia berperan penting dalam membangun perusahaan Project 44 milik Hamilton sejak 2015 hingga 2021. Pada 2024, keduanya kembali bekerja sama ketika Hynes kembali dipercaya sebagai manajer juara dunia Formula 1 tujuh kali tersebut.
Penutup
Penunjukan Marc Hynes sebagai chief racing officer menegaskan keseriusan Cadillac dalam membangun fondasi yang kuat sejak awal kehadiran mereka di Formula 1. Dengan pengalaman balap, manajemen pembalap, dan relasi kuat di paddock, Hynes menjadi figur kunci dalam ambisi Cadillac untuk tampil kompetitif di grid F1 masa depan.