Christian Horner di MotoGP 2026: Isu Masuk Dunia Balap Motor Setelah Red Bull F1

Auto Speed Garage Christian Horner, Red Bull Racing

Mantan Bos Red Bull F1 Christian Horner Tertangkap Hadir di MotoGP, Isyarat Masuk Dunia Balap Motor?

Jerez, Spanyol – Mantan Team Principal Red Bull Racing di Formula 1, Christian Horner, kembali menjadi sorotan setelah terlihat hadir di paddock MotoGP pada akhir pekan balapan di Sirkuit Jerez. Kehadirannya memunculkan spekulasi baru terkait kemungkinan keterlibatannya di dunia MotoGP, termasuk isu potensi kepemilikan tim di masa depan.

Horner hadir bersama CEO Formula 1, Stefano Domenicali, dan keduanya terlihat berada di area paddock pada Sabtu pagi menjelang sesi kualifikasi MotoGP.

Kunjungan ke Garasi Honda dan Pertemuan dengan HRC

Dalam kunjungannya, Horner juga terlihat menghabiskan waktu di garasi pabrikan Honda pada sesi latihan bebas. Di sana, ia berdiskusi dengan CEO HRC (Honda Racing Corporation), Koji Watanabe.

Hubungan antara Horner dan Honda sendiri bukan hal baru. Selama era kejayaan Red Bull Racing di Formula 1, Honda menjadi pemasok mesin yang membawa tim tersebut meraih empat gelar juara dunia pebalap dan dua gelar konstruktor di awal dekade 2020-an.

Horner: MotoGP Menarik dan Sedang Mengalami Perubahan Besar

Dalam wawancara dengan media resmi MotoGP, Horner mengakui bahwa dirinya sudah lama menjadi penggemar balap motor tersebut dan melihat MotoGP sedang berada pada fase perkembangan penting, terutama setelah perubahan kepemilikan.

“Saya selalu menjadi penggemar MotoGP, dan ini kesempatan yang tepat untuk datang langsung melihat kejuaraan ini,” ujar Horner.

Ia juga menyoroti perubahan besar di MotoGP setelah masuknya Liberty Media, perusahaan yang juga mengelola Formula 1.

“Ini masa yang sangat menarik untuk MotoGP. Dengan kepemilikan baru, sama seperti Formula 1, ada banyak potensi pengembangan,” tambahnya.

Horner juga memuji langsung kualitas balapan MotoGP dan para pebalapnya.

“Balapannya luar biasa. Para rider dan motornya sangat mengesankan. Kita baru benar-benar memahami betapa ekstremnya olahraga ini saat melihat langsung di lintasan.”

Isu Kepindahan ke MotoGP atau Kembali ke F1

Sejak meninggalkan Red Bull Racing, Horner memang kerap dikaitkan dengan berbagai peluang baru di dunia motorsport. Salah satu opsi yang sempat mencuat adalah kemungkinan kembali ke Formula 1 melalui kepemilikan saham tim, dengan Alpine disebut sebagai salah satu peluang potensial.

Namun, MotoGP kini juga mulai masuk radar, terutama setelah akuisisi Dorna Sports oleh Liberty Media senilai sekitar 4,2 miliar euro. Langkah ini membuat MotoGP dan Formula 1 berada di bawah naungan perusahaan yang sama, membuka peluang sinergi dan perpindahan figur manajemen antar dua ajang tersebut.

MotoGP Dinilai Lebih Terbuka untuk Investasi

Berbeda dengan Formula 1 yang membutuhkan investasi besar untuk pengembangan sasis dan komponen, MotoGP menawarkan struktur tim yang lebih fleksibel. Tim independen dapat membeli motor dari pabrikan dan berkompetisi tanpa harus membangun semuanya dari nol.

Hal ini membuat MotoGP menjadi lebih menarik bagi investor baru yang ingin masuk ke dunia balap dengan skala yang lebih ringan namun tetap kompetitif.

Auto Speed Garage Stefano Domenicali of Italy and CEO of Formula 1 and Carmelo Ezpeleta of Spain and CEO of Dorna Sports
Auto Speed Garage Stefano Domenicali of Italy and CEO of Formula 1 and Carmelo Ezpeleta of Spain and CEO of Dorna Sports

Contoh terbaru adalah keterlibatan mantan bos Haas F1, Guenther Steiner, yang memimpin konsorsium untuk mengambil alih tim satelit KTM, Tech3.

Masa Depan MotoGP di Bawah Liberty Media

Dengan kontrak komersial baru yang akan berlaku mulai 2027, MotoGP diperkirakan akan mengalami transformasi besar dalam hal bisnis, penyiaran, dan struktur tim. Liberty Media disebut akan membawa pendekatan yang mirip dengan kesuksesan mereka di Formula 1, termasuk dalam hal ekspansi global dan nilai komersial.

Kehadiran figur seperti Christian Horner di paddock MotoGP pun semakin memperkuat spekulasi bahwa olahraga ini sedang memasuki era baru yang lebih terbuka terhadap kolaborasi lintas paddock.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *