Pembalap MotoGP Bertubuh Tinggi Kurang Diuntungkan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Tidak Ada Aturan Berat Minimum di MotoGP
MotoGP tidak memiliki aturan penting terkait berat gabungan minimum antara motor dan pembalap. Kondisi ini membuat pembalap bertubuh tinggi dan lebih berat harus melakukan diet ketat demi menjaga performa.
Berbeda dengan Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK), Moto2, dan Moto3, yang memberlakukan aturan berat minimum gabungan motor dan pembalap. Aturan tersebut bertujuan untuk mengurangi kerugian pembalap yang lebih tinggi dan lebih berat.
Perbedaan Regulasi MotoGP dengan Moto2, Moto3, dan WSBK
Di MotoGP, berat minimum prototipe hanya ditetapkan 157 kilogram, tanpa memperhitungkan berat pembalap. Akibatnya, perbedaan berat badan antara pembalap ringan dan berat tidak diseimbangkan oleh regulasi.
Meski begitu, hampir semua pembalap MotoGP tetap sangat memperhatikan berat badan mereka sebagai bagian dari optimasi performa.
Jorge Martin: Pembalap di Atas 70 Kg Punya Tantangan Lebih Besar
Mantan juara dunia MotoGP, Jorge Martin, menegaskan bahwa berat badan adalah faktor krusial di level tertinggi balap motor.
“Kami adalah tim elite motorsport dan mengerjakan semua hal secara detail. Salah satunya adalah berat badan,” ujar Martin.
Pembalap Lebih Berat Menghadapi Kerugian Teknis
Martin menambahkan bahwa pembalap dengan berat di atas 70 kilogram cenderung mengalami kesulitan lebih besar.
Dengan berat 63 kg dan tinggi 168 cm, Martin termasuk pembalap bertubuh ringan, kondisi yang dianggap ideal dalam MotoGP modern.
Luca Marini Dorong Penerapan Aturan Berat Minimum
Pembalap Tertinggi MotoGP 2025
Di sisi lain, Luca Marini menjadi pembalap tertinggi di MotoGP musim 2025 dengan tinggi 184 cm. Meski bertubuh tinggi, berat badannya hanya sekitar 69–70 kilogram tanpa perlengkapan.
Marini secara terbuka mendukung penerapan aturan berat minimum pembalap di MotoGP.
“Selalu pembalap yang lebih ringan lebih cepat dan lebih hemat ban, seperti Dani Pedrosa,” kata Marini.
Sulit Menurunkan Berat untuk Pembalap Tinggi
Menurut Marini, pembalap ringan lebih mudah menambah berat badan, sementara pembalap yang lebih berat hampir mustahil menurunkan berat di bawah batas tertentu tanpa mengorbankan kesehatan dan performa.
Daftar Pembalap MotoGP dengan Tinggi di Atas 180 Cm
Pada musim lalu, terdapat empat pembalap dengan tinggi badan lebih dari 180 cm:
- Luca Marini (184 cm)
- Joan Mir (181 cm)
- Fermin Aldeguer (181 cm)
- Alex Marquez (180 cm)

Auto Speed Garage – Aturan Berat MotoGP
Alex Marquez: Tinggi Badan Tidak Selalu Merugikan
Tinggi Badan Bisa Jadi Keuntungan di Tikungan
Sebagai runner-up kejuaraan dunia, Alex Marquez menilai bahwa tinggi badan tidak selalu menjadi kerugian mutlak.
“Dalam perubahan arah dan tikungan tertentu, tinggi badan bisa menjadi keuntungan karena Anda punya lebih banyak tenaga dan distribusi berat,” jelasnya.
Berat Pembalap MotoGP Kini Semakin Seragam
Alex Marquez menegaskan bahwa saat ini berat badan pembalap MotoGP relatif seragam, berada di kisaran 65–70 kilogram.
Menurutnya, perbedaan lima kilogram tidak terlalu terasa dalam balapan, sehingga ukuran tubuh bukan lagi faktor penentu utama.
Toprak Razgatlioglu Akan Hadir di MotoGP 2026
Pembalap Tinggi dengan Berat Lebih dari 70 Kg
Pembalap bertubuh jangkung lainnya, Toprak Razgatlioglu, akan bergabung ke MotoGP pada musim 2026. Yamaha mencatat tinggi badannya 182 cm dengan berat 72 kilogram—angka yang relatif tinggi dibanding pembalap MotoGP lainnya.
Kehadirannya berpotensi kembali memunculkan perdebatan soal aturan berat minimum di MotoGP.

