Mengapa Dakar 2026 Menjanjikan Keseruan di Kategori Mobil
Reli Dakar 2026 dipastikan menyuguhkan persaingan sengit, khususnya di kategori mobil. Ajang edisi ke-48 ini akan dibuka dengan prolog singkat sepanjang 23 kilometer di sekitar Yanbu pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Meski hasil prolog tidak akan dihitung dalam klasemen umum kategori mobil, sesi pembuka ini tetap penting karena akan memberikan gambaran awal mengenai peta kekuatan para peserta. Selain itu, hasil prolog juga menentukan urutan start pada etape pertama yang digelar keesokan harinya.
Namun demikian, prolog ini belum tentu sepenuhnya mencerminkan kekuatan sesungguhnya. Beberapa pembalap diperkirakan akan bermain aman atau sedikit menahan diri demi menghindari posisi start terdepan pada etape pertama, yang sering kali berisiko.
Persaingan Lebih Merata Dibanding Tahun-Tahun Sebelumnya

Pereli Joao Ferreira, yang finis di posisi kedelapan pada edisi sebelumnya, menilai bahwa peta persaingan Dakar kini jauh lebih terbuka dibanding masa lalu.
“Dulu, kami selalu punya nama-nama seperti Carlos Sainz, Nasser Al-Attiyah, atau Stéphane Peterhansel. Biasanya, salah satu dari mereka hampir pasti menjadi pemenang,” ujar Ferreira.
Namun menurutnya, situasi saat ini sangat berbeda.
“Sekarang ada 10 hingga 15 pembalap yang realistis untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Mereka bisa bertarung untuk posisi lima besar, tiga besar, bahkan gelar juara Dakar jika semuanya berjalan dengan baik.”
Pandangan tersebut diamini oleh Guy Botterill, rekan setim Ferreira di Toyota Gazoo Racing South Africa. Pembalap asal Afrika Selatan itu bahkan memperkirakan jumlah kandidat juara lebih banyak.
“Kami melihat daftar peserta dan merasa ada sekitar 21 pembalap yang berpeluang memenangkan Dakar,” kata Botterill.
Konsistensi Jadi Kunci Kemenangan

Botterill menegaskan bahwa kemenangan di Dakar tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan. Faktor keberuntungan, kecerdikan membaca situasi, dan konsistensi memainkan peran besar.
“Semua orang membutuhkan keberuntungan. Kami juga harus cerdas. Ada banyak pembalap cepat, tetapi pemenangnya adalah mereka yang mampu mengendarai mobil dengan kecepatan yang baik secara konsisten,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa strategi tim telah dipersiapkan dengan matang.
“Kami sudah mendiskusikan strategi dan tahu bagaimana menjalani reli ini. Saya rasa kami berada dalam posisi yang cukup baik.”
Tidak Ada Favorit Jelas
Baik Botterill maupun Ferreira sama-sama tidak menutupi ambisi untuk meraih kemenangan keseluruhan. Meski begitu, Ferreira menilai hampir mustahil menentukan favorit sebelum reli benar-benar dimulai.
“Sebelum start, semua orang adalah pesaing. Anda tidak bisa menunjuk satu nama dan memastikan dialah pemenangnya. Dakar selalu menjadi balapan yang sangat sulit,” tegas pereli asal Portugal tersebut.
Ferreira juga menyoroti perkembangan pesat para pembalap muda, yang kini mampu mengimbangi bahkan menyaingi para pembalap berpengalaman.
“Kami semakin cepat, begitu juga dengan mobil kami. Di Maroko, kami melihat pembalap muda mampu menyamai kecepatan para pembalap senior. Karena itu, saya yakin Dakar 2026 akan menjadi pertarungan yang sangat menarik,” tutupnya.
