Formasi Rider Yamaha Racing Indonesia di ARRC 2026: Masih Seperti yang Dulu?
Formasi pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) untuk ajang Asia Road Racing Championship 2026 (ARRC 2026) menjadi topik menarik untuk dibahas. Berdasarkan data, performa musim sebelumnya, serta logika manajemen balap, komposisi rider YRI diprediksi tidak mengalami perubahan signifikan alias “masih seperti yang dulu”.
Perlu ditegaskan, pembahasan ini bersifat prediksi dan analisis, yang bisa disebut isu atau rumor hingga ada pengumuman resmi dari manajemen tim YRI. Tim ini sendiri dikomandoi oleh Wahyu Rusmayadi, yang juga menjabat sebagai Manager Motorsports PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Prediksi Formasi Yamaha Racing Indonesia di ARRC 2026
Berdasarkan pengamatan performa dan kebutuhan pengembangan pembalap, Berita Balap dan Video Balap memperkirakan Yamaha Racing Indonesia akan mempertahankan susunan rider yang sama seperti di ARRC 2025, baik di kelas Asia Production 250 (AP250) maupun Supersport 600 (SS600).
Kelas AP250: Konsistensi Jadi Kunci
Di kelas AP250, Chandra Hermawan dan Fadhil Musyavi diprediksi tetap menjadi andalan.
-
Chandra Hermawan finis peringkat ke-4 klasemen akhir
-
Fadhil Musyavi berada di peringkat ke-18, dengan catatan masuk di pertengahan musim menggantikan Fadhil Al Gassani
ARRC 2025 menjadi musim pertama bagi kedua pembalap tersebut bersama YRI. Dengan konteks pembinaan jangka panjang, mempertahankan mereka dinilai sebagai langkah logis. Sebagai perbandingan, skuad AP250 YRI di ARRC 2024 diisi oleh M Faerozi dan Arai Agaska.
Kelas SS600: Grafik Performa Positif
Di kelas Supersport 600 (SS600), Yamaha Racing Indonesia diperkirakan tetap mengandalkan:
-
Wahyu Nugroho, yang menunjukkan peningkatan signifikan dengan finis peringkat ke-4 klasemen akhir SS600 ARRC 2025, serta meraih gelar Juara Nasional SS600 Kejurnas MRS 2025
-
M Faerozi, yang menempati peringkat ke-12 di musim perdananya dan diproyeksikan tampil lebih kompetitif di musim kedua jika melihat tren performa sepanjang ARRC 2025
Kombinasi pengalaman dan progres performa menjadi alasan kuat YRI mempertahankan duet ini.
Bagaimana dengan Talenta Muda Yamaha?
Nama-nama pembalap muda Yamaha seperti Sabian Fathul Ilmi dan Danadyaksa Wida Pangestu juga sempat menjadi bahan spekulasi. Sabian bahkan sudah mencicipi wildcard R3 bLU cRU Asia Pasifik di Thailand.
Namun secara realistis, keduanya belum diproyeksikan tampil penuh di ARRC 2026. Faktor usia (masih sekitar 12–13 tahun), kesiapan fisik, serta kebutuhan jam terbang menjadi pertimbangan utama. Proses pembinaan masih harus berjalan bertahap.
Posisi Rider Yamaha di Level Dunia
Sementara itu, jangan berharap nama-nama seperti Aldi Satya Mahendra, Arai Agaska, dan Felix PM tampil full series di ARRC 2026. Ketiganya sudah dipastikan fokus berkompetisi di:
-
World Supersport (WorldSSP)
-
Sportbike World Championship (pengganti WorldSSP300)
Kemungkinan tampil di ARRC hanya terbuka sebagai wildcard, dan itu pun berpeluang besar terjadi di seri final ARRC 2026, mengingat prioritas utama mereka adalah balapan di Eropa.
Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan performa, kesinambungan pembinaan, dan strategi jangka panjang, formasi rider Yamaha Racing Indonesia di ARRC 2026 sangat mungkin tetap sama seperti musim sebelumnya. Pendekatan stabilitas ini sejalan dengan filosofi pengembangan rider Yamaha yang menitikberatkan proses, bukan instan.


