Toyota Jelaskan Alasan Kalle Rovanpera Mundur dari Super Formula 2026

Auto Speed Garage Kalle Rovanpera, Kids com Team KCMG

Toyota Jelaskan Alasan Kalle Rovanpera Mundur dari Super Formula 2026

Toyota akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan Kalle Rovanpera mundur dari ajang Super Formula Jepang musim 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pembalap asal Finlandia itu mengalami masalah medis yang mengganggu persiapannya menuju kompetisi single-seater tersebut.

Rovanpera sebelumnya dijadwalkan tampil bersama tim KCMG sebagai bagian dari rencana pengembangan karier menuju level tertinggi balap mobil formula. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan setelah evaluasi medis terbaru yang dilakukan tim Toyota.

Masalah Medis Ganggu Persiapan Rovanpera

Persiapan Rovanpera menuju Super Formula terganggu akibat Benign Paroxysmal Positional Vertigo, gangguan pada telinga bagian dalam yang menyebabkan pusing. Kondisi tersebut membuat juara dunia reli dua kali itu harus melewatkan sebagian besar tes pramusim di Suzuka pada Desember lalu.

Meski demikian, Rovanpera sempat kembali ke lintasan dengan mengikuti Formula Regional Oceania Championship pada Januari. Ia juga mengikuti tes pramusim Super Formula di Suzuka pada akhir Februari, meskipun mencatatkan waktu paling lambat.

Direktur Motorsport Global Toyota, Masaya Kaji, menjelaskan bahwa keputusan mundur diambil berdasarkan pertimbangan medis serta persiapan yang dinilai belum maksimal.

Menurut Kaji, keputusan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Toyota, Akio Toyoda, yang dikenal dengan nama panggung Morizo di dunia balap.

Toyota menilai bahwa tampil di level kompetitif tanpa persiapan optimal bukanlah langkah yang tepat bagi Rovanpera.

Auto Speed Garage Kalle Rovanpera, Kids com Team KCMG
Auto Speed Garage Kalle Rovanpera, Kids com Team KCMG

Toyota Pilih Fokus pada Pemulihan

Toyota juga menjelaskan alasan mengapa Rovanpera tidak hanya melewatkan seri pembuka di Motegi, tetapi mundur dari seluruh musim Super Formula.

Masaya Kaji menegaskan bahwa waktu istirahat diperlukan agar Rovanpera bisa pulih sepenuhnya dan kembali dengan persiapan yang lebih matang.

Toyota ingin memastikan pembalap berusia 24 tahun tersebut siap secara fisik dan mental sebelum kembali ke kompetisi single-seater.

Peluang Kembali Masih Terbuka

Toyota memastikan peluang Rovanpera kembali ke balap formula masih terbuka. Namun, belum dipastikan apakah ia akan kembali ke Super Formula atau mencoba kategori lain.

Keputusan tersebut akan diambil setelah melihat perkembangan kondisi Rovanpera dalam beberapa waktu ke depan.

Jack Doohan Juga Absen dari Super Formula

Selain Rovanpera, mantan pembalap Formula 1 Jack Doohan juga batal tampil di Super Formula musim ini. Pembalap asal Australia itu sebelumnya dijadwalkan membela Kondo Racing sebelum akhirnya mundur di menit terakhir.

Doohan kemudian bergabung sebagai reserve driver Haas F1. Ia sebelumnya mengikuti tes di Suzuka pada Desember lalu, namun mengalami beberapa kecelakaan di tikungan Degner.

Namun, Toyota menilai kecelakaan tersebut bukan alasan utama mundurnya Doohan. Menurut Masaya Kaji, sejak awal Super Formula bukan prioritas utama bagi Doohan karena target utamanya tetap Formula 1.

Toyota Masih Buka Peluang Kerja Sama dengan Doohan

Auto Speed Garage Jack Doohan, Haas F1 Team
Auto Speed Garage Jack Doohan, Haas F1 Team

Meski batal bergabung, Toyota menegaskan hubungan dengan Jack Doohan tetap baik. Bahkan, peluang kerja sama di masa depan masih terbuka, terutama dengan adanya kemitraan teknis Toyota dengan tim Haas Formula 1.

Toyota menegaskan bahwa situasi ini bukanlah hal negatif, melainkan bagian dari dinamika karier pembalap profesional.

Kesimpulan

Keputusan Toyota menarik Kalle Rovanpera dari Super Formula 2026 diambil demi memastikan pembalap tersebut bisa kembali dalam kondisi terbaik. Dengan fokus pada pemulihan dan persiapan yang matang, Toyota berharap Rovanpera dapat kembali ke lintasan single-seater dalam waktu yang tepat.

Sementara itu, absennya Jack Doohan juga menambah daftar pembalap besar yang tidak tampil musim ini, meski peluang kerja sama di masa depan masih terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *